Tampilkan posting dengan label Indonesia Tanpa JIL. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Indonesia Tanpa JIL. Tampilkan semua posting

Rabu, 25 April 2012

#IndonesiaTanpaJIL Dari Sudut Pandang Orang Awam


Assalamu'alaikum sobat blogger dan para pengunjung blog ini, hmmm akhir-akhir ini fenomena pertikaian bisa terjadi dimana saja, nggak cuma di dunia nyata tapi bisa juga di dunia maya. Kali ini tentang sesama umat beragama, entah dari mana awalnya gue sendiri sebagai orang awam masih kurang paham, sebenernya ada apa sih?? Kenapa mereka pada saling benci, saling mencaci, saling menghina hujat dengan satu bahasa yang sama. Pertanda apa ini gue sendiri juga bingung, apakah mereka saling punya dendam pribadi atau punya masalah di masa lalu dan meluas sampe-sampe gue pun jadi ikut penasaran dibuatnya.

Yang paling sering adalah ketika gue bermain twitter ada aja seseorang yang gue follow itu terselip dengan hashtag #IndonesiaTanpaJIL pas gue klik ternyata tentang Agama Islam, lalu apa itu JIL?? kepanjangannya sih Jaringan Islam Liberal dan mereka nggak mau menyebut organisasi. Menurut pengamatan gue sih anggota-anggotanya adalah orang-orang yang punya pemikiran kebebasan dalam segala bidang, salah satunya tentang Agama Islam itu sendiri. Nggak mau terkekang dengan peraturan yang telah ada, gue sih bingung intinya bagaimana aliran tersebut. Disini gue kurang setuju penerapan Agama, Negara, Keluarga dll dengan konsep liberal. Kalo buat yang belum tau silahkan cek di internet aja JIL itu apa, bisa lewat wikipedia, google dll, kalau ingin lebih paham aslinya sih cek kesini aja. Dan awal-awal keberadaan IndonesiaTanpaJIL adalah ketika setelah mereka (JIL) mengadakan demo di Bundaran HI dengan tema IndonesiaTanpaFPI, lalu Umat Muslim bersama ormas-ormas yang lain berinisiatif membuat demo serupa dengan tema IndonesiaTanpaJIL.


[Tanpa FPI]



[Tanpa JIL]


Sedih juga sih melihatnya, yang satu merasa beranggapan benar dan yang lainnya berpendirian benar juga. Udah gitu yang bertikai juga sama-sama beragama Islam, apa nggak malu ya jika dilihat oleh Agama lain. Gue disini bukan mendukung yang besar, yang merasa benar atau apa pun. Coba deh pikir-pikir lagi, jangan sampai gara-gara mengira-kira apa yang sudah dilakukan itu malah menjuruskan menjadi kesalahan yang teramat fatal bagi umat muslim lain jika cuma asal ikut-ikutan. Boleh mendukung tapi utamakan kebenaran, jangan sekedar menghujat tanpa berfikir ulang.
Mau sampai kapan jika begini terus?? mau seluruh dunia tau pun permasalahannya tidak akan selesai, malah akan semakin meluas. Permasalahannya tuh hanya saling ingin membubarkan, kenapa sih nggak mencari jalan keluar bersama, berdiskusi antar umat beragama tanpa kekerasan, tanpa dendam, tanpa amarah dan bisa saling menerima, saling memaafkan, saling mengingatkan dengan baik, saling belajar. Jika cara tersebut sudah sulit dilakukan entah apa jadinya negri ini.

Sebagai umat muslim yang masih teramat awam gue nggak terlalu ambil pusing dengan keadaan seperti ini, gue juga masih banyak belajar tentang Agama Islam. Masih perlu banyak masukan mana yang benar dan mana yang nggak, karena Agama itu bukan cuma mencari kebahagiaan di duniawi namun meraih sekuat tenaga untuk kebahagiaan di akhirat nanti.
Alhamdulillah setelah sekian lama berencana ingin menulis tentang #IndonesiaTanpaJIL Allah SWT memberikan pencerahan lewat Al-Quran dengan Surat Al-Hujuraat (Kamar-Kamar) untuk sobat yang beragama Islam tentu pernah membacanya, semoga bermanfaat. Oia jika belum yuk di baca...


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.

3. Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

4. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.

5. Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

8. sebagai karunia dan ni'mat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

9. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

14. Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

16. Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?"

17. Mereka merasa telah memberi ni'mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi ni'mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan ni'mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar."

18. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


NB: Dibacanya jangan terburu-buru yaa, perlu ketenangan berfikir agar tiap Ayatnya bisa mengena dalam permasalahan yang dihadapi saat ini. Terutama tentang pertikaian antar umat berAgama, dan tulisan ini bukan untuk menambah masalah. Hanyalah opini pribadi tanpa maksud dan tujuan apa pun yang bersifat negatif.
Wa’alaikum salaam.