Senin, 14 November 2011

Ibu Kota Tuhan

Jakarta ibu kota metropolitan memang benar adanya, disana-sini semua serba modern dan berkelas. Banyak yang bilang nyari uang disitu mudah, berlimpah seperti orang merauk sampah. Tapi itu semua sebenernya cuma hiasan kata, aslinya bagi yang belum ketiban rejeki di pusat pemerintahan negri ini tidaklah segampang malah seperti sedang bermimpi dipinggir jurang.



Bersuku-suku menjadi satu, beragam manusia membaur dan berkumpul. Uniknya suku asli dari kota Jakarta sendiri, yakni suku Betawi pun perlahan-lahan mulai tergusur lalu menghilang. Kejamnya ibu kota. Lalu siapa tuan rumah kota ini? Sulit dipegang peranannya, semuanya ogah bertanggung jawab disaat dalam keburukan. Lepas tangan, angkat kaki kalau perlu andai ada sesuatu yang membahayakan.

Hidup memang unik, ada hitam ada putih, ada si kaya dan juga si miskin. Namun sulit untuk ditemukan dikota ini, mana yang sesungguhnya berjiwa kaya dan siapa yang sebenernya bermiskin harta. Semua berlomba meraih kemenangan dengan caranya sendiri, jauh beda dengan kota-kota lain di Indonesia. Setahu gw disana semua saling bergotong-royong, menyamakan derajat namun tidak melupakan siapa yang harus dihormat.



Bukan tanpa otak kota ini terus berkembang, tapi terlintas terbayang sepertinya kota ini sebenernya berkembang menjadi tak berotak. Lalu siapakah otak dibalik semua ini?? yang mengatur keunikan hidup ini. Hanya satu, Tuhan Yang Maha Esa. Dialah ALLAH SWT, yang mengendalikan ini semua bahkan dunia sejagat raya. Sebaik-baiknya yang terbaik untuk hidup dan mati gw yang terbaik cuma mempasrahkan apa yang akan gw lakukan dan hasilnya atas nama ALLAH.

Baca juga >> Andai Aku Menjadi Anggota DPD RI

2 komentar:

  1. di kota, apalagi ibu kota kita dapat melihat gambaran manusia yg penuh hawa nafsunya tak terkontrol

    maunya bersenang-sennag terus tapi lupa sama Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, untung ternyata di jakarta itu masih banyak yang taat kepada agama, dan tidak melupai Allah. Terbukti di tiap2 pusat keramaian kota, pasti ada saja masjid2 yg berkumandang menyebut namanya. Masih banyak pula orang yang bersujud, mungkin itu yang membuat jakarta tetap bertahan meski semrawut, Allah memang punya rencana yang luar biasa :)

      Hapus